Penggunaan Camera Trap untuk Monitoring Satwa Liar

Penulis: Herdwita O.

Satwa liar merupakan semua binatang yang hidup di darat dan atau di air dan atau di udara yang masih memiliki sifat-sifat liar. Satwa liar yang hidup di alam liar ini tidak terpantau oleh manusia selama hidupnya. Kehidupan satwa liar yang ada di alam menyebabkan seluruh perilaku yang biasa dilakukan oleh satwa tak dapat terpantau. Oleh karena itu, saat seorang peneliti ingin mengetahui perilaku-perilaku yang biasa dilakukan oleh satwa liar di habitatnya dapat dilakukan dengan bantuan teknologi bernama camera trap.

sumber foto: PestSmart

Camera Trap atau kamera jebakan merupakan jenis kamera yang dilengkapi sensor gerak dan sensor panas dan atau termal yang dapat digunakan untuk merekam keberadaan satwa liar yang ada di kawasan tertentu. Sensor camera trap ini akan aktif jika ada objek bergerak dan atau yang memiliki suhu berbeda dengan lingkungan area cakupan sensor. Penggunaan kamera jebakan ini juga bisa digunakan untuk mengetahui keanekaragaman berbagai jenis satwa, salah satunya yaitu mamalia yang ada di suatu kawasan tertentu. Selain itu juga bisa digunakan untuk mengetahui Indeks Kelimpahan Relatif (RAI/Relative Abundance Index) satwa, terutama satwa yang dapat diidentifikasi secara individual melalui tanda-tanda alami yang ada pada satwa, seperti loreng pada harimau. Penggunaan kamera jebakan ini memiliki kelebihan pada data yang dihasilkan, karena data yang dihasilkan dari kamera jebakan ini berupa gambar-gambar satwa yang terekam. Hal ini bisa membuktikan bahwa pada suatu wilayah terdapat aktivitas keseharian yang biasa dilakukan oleh satwa liar di alam bebas.

Kamera jebakan sudah lama digunakan untuk monitoring satwa liar yang ada di wilayah tertentu dan dalam upaya konservasi satwa liar karena teknologi ini cukup mudah dalam penggunaannya dan tidak membutuhkan tenaga kerja yang cukup. Pemasangan kamera jebakan ini biasa dilakukan di tempat-tempat yang sekiranya sering dilewati atau dijadikan tempat untuk singgah sementara oleh suatu satwa, namun juga disesuaikan dengan keadaan sekitar agar tidak mengganggu aktivitas yang dilakukan satwa itu sendiri. Penggunaan kamera jebakan ini juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi kendala saat pengambilan data dilakukan.

Sumber:

Mustari, A. H., Setiawan, A., dan Rinaldi, D. 2015. Kelimpahan Jenis Mamalia Menggunakan Kamera Jebakan di Resort Gunung Botol Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Media Konservasi, Vol. 20 No.2.

https://www.wartadesa.net/monitoring-kehidupan-satwa-liar-hutan-sokokembang-gunakan-kamera-trap/ (diakses pada 28 Agustus 2019 pukul 18.35)

Leave a comment

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.