Rilis Buletin AKASIA Vol. 9

Hai Conservationists!

Apa kabar? Semoga selalu sehat dimanapun kita berada. Buletin Akasia kembali lagi, nih! Kali ini, Buletin Akasia Volume 9 telah hadir dengan bahasan tema Satwa Liar di Indonesia.

Ingin mengetahui lebih lengkapnya? Buletin Akasia Volume 9  bisa diakses melalui link di bawah ini!

http://bit.ly/AkasiaVol9

KSDH JAYA!!

Rilis Buletin AKASIA Vol. 8

Hai Conservationists!

Buletin Akasia kembali lagi! Buletin Akasia Volume 8 ini memuat banyak informasi seperti penjelajahan awal Kabinet Julang Emas dalam kegiatan Jelajah Konservasi 2019, kabar konservasi, dan masih banyak lagi!

Untuk lebih lengkapnya, Buletin Akasia Volume 8  bisa diakses melalui link di bawah ini!

http://bit.ly/AkasiaVol8

KSDH JAYA!!

Harimau Terakhir Indonesia

Penulis: Ridwan Guntoro

Disadari atau tidak dengan punahnya harimau sumatera berarti adalah punahnya spesies terakhir harimau yang berada di Indonesia. Kita tahu bahwa harimau jawa dan harimau bali telah dinyatakan punah, dan disadari atau tidak kita telah kehilangan sumber ilmu pengetahuan kita ditahun 1940-an dan 1970-an dimana masing-masing harimau jawa dan harimau sumatera dinyatakan punah. Energi dan semangat untuk melakukan berbagai tindakan untuk mempertahankan tidak didapatkan oleh harimau jawa dan harimau bali. Namun, saat ini memungkinkan menjadi waktu untuk memberikan perhatian terhadap spesies terakhir harimau. read more

Mengenal Lebih Dalam Si Sisik yang Suka Berjemur

Sumber: Ecology Asia (Eutropis multifasciata)

Penulis: Jangker FORESTATION

Kadal (Lacertilia)

Kadal adalah kelompok reptilia bersisik berkaki empat  yang tersebar sangat luas di dunia. Secara ilmiah, kelompok besar ini dikenal sebagai subordo atau anak bangsa Lacertilia yang merupakan anggota dari bangsa reptilia bersisik bersama dengan ular. Kadal pada umumnya bertubuh kecil, padat, bersisik licin dan berkilau, serta hidup di tanah. Kadal pada umumnya memiliki empat kaki, lubang telinga luar, dan kelopak mata yang dapat dibuka-ditutup. Namun, ada pula jenis-jenis yang tidak memiliki sebagian ciri itu. read more

Benarkah PLTA Batang Toru Perampas Habitat Orangutan Tapanuli?

Penulis: Herdwita O.

Pada tahun 2017, seorang peneliti menemukan jenis orangutan baru, yaitu orangutan tapanuli dengan nama ilmiah Pongo tapanuliensis. Orangutan tapanuli ini merupakan spesies orangutan ketiga setelah orangutan kalimantan (Pongo pygmaeus) dan orangutan sumatra (Pongo abelii). Orangutan tapanuli memiliki ciri rambut tebal yang berwarna seperti kayu manis, berbeda dengan warna rambut orangutan kalimantan yang coklat gelap dan orangutan sumatra yang berwarna coklat kemerahan. Selain itu, rambutnya merupakan yang paling panjang dan pirang di antara tiga spesies tersebut. Namun, populasinya yang tidak sampai 800 ekor membuat spesies ini termasuk dalam kategori hampir punah. read more

Burung Migran yang Hanya Ingin Hidup Tenang

Penulis: KP3 Burung

Sumber: Fariz Ardianto

Bulan September hingga bulan Maret adalah waktu dimana bumi bagian utara mengalami musim dingin. Pada bulan-bulan tersebut, burung di wilayah tersebut akan melakukan perjalanan panjang menuju daerah beriklim tropis —atau biasa disebut migrasi— untuk mencari makan dan tempat tinggal sementara dengan suhu yang hangat. Indonesia merupakan salah satu negara yang menjadi tujuan akhir dari burung migran, dan daerah Yogyakarta menjadi tempat tinggal sementara dari burung migran. Beberapa jenis burung yang bermigrasi ke arah Indonesia adalah burung layang-layang asia (Hirundo rustica), jalak cina (Sturnus sturninus), cerek asia (Charadrius veredus), trinil pantai (Actitis hypoleucos), dan elang-alap cina (Accipiter soloensis). read more