Yearly Archives: 2022

24 posts

Rilis Buletin AKASIA Vol. XIV

Hai Conservationists!

Apa kabar? Semoga selalu sehat dimanapun kita berada. Buletin Akasia kembali lagi, nih! Kali ini, Buletin Akasia Volume 14 telah hadir dengan tajuk Etnokonservasi dan Karbon Biru.

Konservasi tidak bisa berhasil sepenuhnya tanpa bantuan masyarakat. Upaya konservasi yang sering disebut etnokonservasi ini menunjukkan betapa pentingnya upaya konservasi dengan bantuan masyarakat. Selain itu, upaya konservasi lain yang berdampak besar adalah menjaga kelestarian ekosistem karbon biru. Ekosistem tersebut dapat menyerap karbon sebanyak tiga hingga lima kali lebih banyak dari hutan tropis di daratan. Sehingga, ekosistem ini dapat menjadi salah satu strategi dalam pengurangan karbon penyebab pemanasan global. Tentu saja, dampaknya akan semakin besar apabila dikombinasikan dengan etnokonservasi. read more

Mengenal Hutan Perempuan di Papua

Penulis : Galuh Sekar A.

Gambar oleh : Moch. Fikri diambil dari Econusa.id

Salah satu kawasan hutan bakau atau mangrove di Teluk Youtefa, Kota Jayapura dikenal dengan Hutan Perempuan. Penamaan hutan perempuan ini karena adanya kearifan lokal yang unik dijalankan oleh kampung Enggros dan Tobati yaitu aturan mengenai laki-laki dan perempuan dalam hal berinterekasi sosial dalam kehidupan sehari-harinya yaitu apabila laki-laki berkumpul di para-para atau seperti balai kampung dan bertugas mencari kebutuhan pangan di laut. Sedangkan perempuan berkumpul dan mencari bahan pangan di hutan bakau, apabila ada laki-laki yang masuk dalam hutan bakau tersebut maka akan dikenai dengan sanksi denda (Finaka, 2022). Denda yang diberikan berupa manik-manik dengan terdapat tiga variasi warna yang memiliki nilai denda yang berbeda, untuk manik yang paling tinggi harganya yaitu setara dengan Rp.1.000.000 yang memiliki warna biru. Sedangkan manik berwarna hijau memiliki nilai yang setara Rp. 500.000 dan manik berwarna putih memiliki nilai sekitar Rp. 300.000 (Amindoni, 2021). read more

Perdagangan Satwa Liar dan Ancaman Penyakit Zoonosis yang Menyertainya

Penulis : Imam Mutofik

Perdagangan satwa liar secara ilegal di Indonesia masih marak terjadi. Pada awal bulan Oktober 2022 lalu, terungkap kasus perdagangan satwa liar yang dilindungi di Pasaman, Sumatera Barat. Sejumlah empat pelaku yang melakukan perdagangan ilegal ini berhasil ditangkap. Mereka diketahui menjual satwa liar berupa dua ekor jenis burung Kuau Raja. Selain itu juga ada jenis lain seperti Owa, Ungko, dan Kucing Emas. Motif penjualannya dilakukan melalui media sosial. Setelah pelaku diamankan, barang bukti berupa dua burung Kuau Raja  telah dititipkan di BKSDA Padang untuk keperluan proses hukum selanjutnya (Oktari, 2022). read more

Hutan Kota untuk Peningkatan Kualitas Hidup

Penulis : Aina Nur Fitri

Sumber : Freepik.com

Hutan kota merupakan bagian dari ruang terbuka hijau yang ada di kawasan perkotaan. Berdasarkan Peraturan Menteri Kehutanan No.P.03/Menhut-V/2004, hutan kota dapat diartikan sebagai satu kesatuan ekosistem berupa hamparan yang bertumbuhan pohon-pohon yang kompak dan rapat di dalam wilayah perkotaan, baik pada tanah negara maupun tanah hak, yang ditetapkan sebagai hutan kota oleh pejabat yang berwenang. Sehingga, secara garis besar hutan kota adalah ruang terbuka yang berisi komunitas vegetasi berupa asosiasi pepohonan dengan berbagai bentuk dan memiliki struktur menyerupai ekosistem hutan alam sehingga memungkinkan kehidupan bagi satwa liar (Irwan, 1994 dalam Alfian dan Kurniawan, 2010). Menurut Marini (1996) dalam Alfian dan Kurniawan (2010), hutan kota terdiri dari berbagai tipe sesuai dengan tujuan dan peruntukannya, meliputi hutan kota konservasi, hutan kota zona industri, hutan kota wilayah pemukiman, hutan kota wisata, hutan kota perlindungan satwa, dan berbagai tipe lainnya.  read more

Menelisik Hutan Rakyat dari Kacamata Ekologi

Penulis : Bilal Adijaya

Hutan rakyat merupakan skema pengelolaan lahan oleh rakyat yang mampu menyinergikan aspek produksi dan sekaligus aspek konservasi (Maryudi & Nawir, 2018). Private goods pada hutan rakyat berbasis pada status kepemilikan lahannya yang terkait langsung dengan aspek produksi, sedangkan public goods berkaitan dengan aspek lingkungan yang bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Hutan rakyat merupakan hutan yang dibebankan atas hak milik dengan luas minimal 0,25 ha tutupan vegetasi berkayu minimal 50% (Rusyana et al., 2020). Pengembangan hutan rakyat akhir-akhir ini semakin dibutuhkan sebagai pemasok kayu komersial atau sokoguru industri perkayuan nasional karena hutan alam yang semakin rusak. read more

Rilis Buletin AKASIA Vol. XIII

Hai Conservationists!

Apa kabar? Semoga selalu sehat dimanapun kita berada. Buletin Akasia kembali lagi, nih! Kali ini, Buletin Akasia Volume 13 telah hadir dengan tajuk Satwa Liar Yang Terancam.

Satwa liar sering tidak dijaga keberadaannya akan terus berkurang jumlahnya hingga pada akhirnya mereka mengalami kepunahan. Satwa liar yang sudah punah tidak dapat lagi dikembalikan ke dunia ini yang kemudian membuat manusia menyesal karena satwa liar tersebut telah punah.

Jika kalian ingin membaca lebih banyak, Buletin Akasia Volume 13 bisa diakses melalui link di bawah ini! read more