Terobosan (baru) Urus Hutan (Konservasi) di Indonesia

Terobosan (baru) Urus Hutan (Konservasi) di Indonesia

Oleh Ir. Wiratno, M. Sc.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI

 

Auditorium Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta.

Pada tanggal 24 Agustus 2017, Ir. Wiratno, M. Sc. selaku Dirjen KSDAE, memberikan materi mengenai “Terobosan (baru) Urus Hutan (Konservasi) di Indonesia” sebagai kuliah umum yang dihadiri oleh mahasiswa S1, mahasiswa S2 Fakultas Kehutanan, dan civitas akademika Fakultas Kehutanan UGM. Berdasarkan kuliah umum tersebut, diketahui bahwa potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia tidak hanya bisa digunakan untuk wisata alam, seperti contohnya laut Indonesia yang tidak hanya berpotensi untuk snorkeling atau diving tetapi juga bisa menyediakan obat-obatan modern. Tetapi, eksploitasi yang berlebihan juga menyebabkan kerusakan. Seperti masalah yang ditemukan di Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM), Sleman, yang memiliki 54 jenis anggrek, salah satunya jenis anggrek endemik Vanda tricolor, terdapat dua faktor yang menyebabkan kepunahan anggrek endemik merapi tersebut, yaitu perburuan liar dan wedhus gembel. Dalam mengatasi kepunahan tersebut, dilakukan sistem untuk meningkatkan jumlah anggrek tersebut dari kepunahan yang dilakukan oleh pihak TNGM dan bekerja sama dengan fakultas kehutanan, fakultas biologi, dan komunitas peduli anggrek. Cara-cara yang dilakukan antara lain mengikutsertakan masyarakat sekitar untuk peduli dalam menjaga kawasan dengan membentuk kelompok peduli Merapi, meningkatkan populasi dengan sistem penanaman di host tumbuhan inang, dan dengan sistem adopsi anggrek untuk menarik orang agar berpartisipasi menjadi adopter anggrek. read more

Survei Jelajah Konservasi 2017

Dusun Kalipagu, desa Ketenger, Baturraden.

Pada tanggal 12 hingga 14 Juli 2017 yang lalu panitia Jelajah Konservasi melakukan survei lokasi di dusun Kalipagu, desa Ketenger, Baturraden. Kegiatan ini merupakan survei kedua dari serangkaian survei yang telah ditetapkan. Wilayah yang akan digunakan sebagai tempat pengamatan merupakan wilayah yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Banyumas Timur. Terdapat beberapa objek ekowisata seperti curug Bayan, curug Jenggala, Pancuran 7, Bukit Cinta/Bukit Rajawali yang cukup sering dikunjungi oleh pengunjung karena akses jalan dan lokasinya yang sudah kelola dengan baik oleh LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan). Di dusun tersebut juga terdapat wisata budaya seperti petilasan, tempat sembahyang, dan lingga yoni yang belum memiliki rencana pengelolaan. read more

Green Ramadhan bersama KLHK

 Green Ramadhan, Momentum KLHK untuk Mendengarkan Aspirasi Masyarakat dalam Membenahi Lingkungan dan Hutan Indonesia

Green Ramadhan merupakan acara yang digelar oleh Kementerian Lingkngan Hidup dan Kehutanan (KLHK) guna memfasilitasi sekaligus untuk mendengarkan suara masyarakat mengenai isu lingkungan dan kehutanan di Indonesia saat ini. Pengemasan acara ini dibilang cukup unik dan menarik karena diselenggarakan setiap hari Rabu dan Jumat selama bulan ramadhan di Gedung Manggala Wanabakti Jakarta, yang kemudian ditutup dengan buka puasa bersama. Menariknya lagi masyarakat, komunitas, netizen, semua dipersilahkan mengikuti Green Ramadhan dengan tidak dipungut biaya apapun. read more

Coming Soon Jelajah Konservasi 2017

Hai, Conservationists!

Mark your calendar!

12-16 Agustus 2017

Di Baturraden, Purwokerto, Jawa Tengah

Jelajah Konservasi, merupakan kegiatan pengamatan menggunakan metode yang sesuai dengan setiap KP3 (Burung, Primata, Herpetofauna, Wetland, dan Ekowisata). Tujuan dari Jelajah Konservasi adalah untuk mengenalkan pengelolaan konservasi di sebuah kawasan melalui kegiatan pengamatan dan membangun relasi dengan masyarakat sekitar.

Dapatkan pengalaman seru plus ilmu dan keterampilan di lapangan dengan mengikuti Jelajah Konservasi!

Untuk selengkapnya, pantau terus media sosial Forestation di:

Website: forestation.fkt.ugm.ac.id read more

PETUNGKRIYONO, ZAMRUD JAWA TENGAH

     Petungkriyono, surga yang tersembunyi di ujung selatan Pekalongan. Pesona alam yang tersirat kala jiwa yang mantap memasuki sang “negeri di atas awan”. Secara geografis, Petungkriyono terletak di selatan Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, yang berbatasan langsung dengan daerah Pegunungan Dieng. Dari segi administratif, status Petungkriyono sebagai hutan lindung dibawah pengelolaan KPH Pekalongan Timur yang bekerjasama dengan Dinas Kehutanan dan Pertanian dan pemerintah Kabupaten Pekalongan. Terdapat 10 desa yang ada di dalam kecamatan Petungkriyono yaitu Desa Curug Muncar, Desa Gumelem, Desa Kasimpar, Desa Kayupuring, Desa Simego, Desa Songgodadi, Desa Tlogohendro, Desa Tlogopakis dan Desa Yosorejo. Di Petungkriyono terdapat 2 gunung yang dapat didaki oleh wisatawan, yaitu Gunung Kendalisodo dan  Gunung Ragajembangan. read more