Pos oleh :

forestation.fkt

Ancaman Ikan Asing Terhadap Ekosistem Perairan

Pada akhir Juni lalu banyak pembicaraan mengenai pelepasan ikan Arapaima gigas di Sungai Brantas, Jawa Timur. Pelepasan ikan tersebut dilakukan oleh seseorang yang tidak diketahui namanya dan aksinya terekam dalam video yang disebarluaskan ke sosial media. Dari hasil penelusuran yang dilakukan, ikan Araipama yang dilepaskan ke sungai tersebut diketahui dimiliki oleh Pursetyo, warga Kota Surabaya. Pria tersebut diketahui melepas 8 ekor Araipama ke sungai Brantas. Total ikan Arapaima yang dimiliki Pursetyo jumlahnya ada 30 ekor dengan rincian, 18 ekor ada dalam penampungannya di Surabaya, 4 ekor diserahkan ke masyarakat yang saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim, dan 8 ekor dilepaskan ke sungai Brantas yang mana 7 ekor di antaranya sudah berhasil ditangkap kembali dengan kondisi 1 ekor sudah dalam keadaan mati. read more

Apa Kabar Sahabat Lautku?

paus

Sadarkah kita akan bahaya dari kantong plastik yang sering digunakan ? Banyaknya kantong plastik yang digunakan dan dibuang tiap hari tidak hanya akan mencemari lingkungan, namun juga dapat menyebabkan kematian satwa. Banyak satwa yang mati karena memakan sampah plastik yang dibuang sembarangan. Mereka memakan sampah plastik karena makanan alami mereka sudah sangat sulit ditemukan, padahal plastik yang mereka makan sama sekali tidak bergizi dan bahkan tidak bisa dicerna.

Pada tanggal 2 Juni 2018 lalu, Departemen Kelautan dan Sumber Daya Pesisir Thailand mengunggah di situs webnya bahwa ada seekor paus pilot yang ditemukan di sebuah kanal di Provinsi Songkhla Selatan, dekat dengan perbatasan Malaysia, dan diambil untuk dirawat dan disembuhkan. Ketika tim berusaha mengobati paus yang terluka selama beberapa hari, paus itu memuntahkan beberapa kantong plastik sebelum akhirnya mati. Hasil otopsi mengungkapkan ada 80 kantong plastik yang tersumbat di perutnya. Departemen tersebut mengatakan berat total semua plastik yang ditemukan pada hewan itu adalah 8 kg. Foto-foto yang diposting pun memperlihatkan puluhan kantong plastik yang tetap tidak bisa tercerna ditubuh paus. Ahli biologi laut Thon Thamrongnawasawat dari Kasetsart University mengatakan bahwa kantong-kantong plastik tersebut membuat sang paus mustahil memakan makanan bergizi yang dibutuhkannya untuk bertahan hidup. read more

Buletin Akasia Volume 4: Biodiversitas datang lagi!

Hai, Conservationists!

Akasia kembali lagi nih! Kali ini, buletin Akasia dikemas dalam bentuk majalah. Buletin Akasia Volume 4 yang bertemakan biodiversitas ini memuat banyak informasi seperti berita-berita konservasi, kabar konservasi, perjalanan Forestation Kabinet Rubah, dan masih banyak lagi!

Untuk lebih lengkapnya, Buletin Akasia Volume 4 bisa diakses melalui link di bawah ini!

https://drive.google.com/file/d/1W6CNfca_xw_IPvjIhX99yA3JreaqfM7Y/view?usp=sharing

Buletin Akasia Volume 3 is Coming!

Akasia atau Apa Kabar Konservasi Kita merupakan buletin yang dirilis oleh Forestation Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Buletin Akasia Volume 3 kali ini dikemas dengan menarik dalam bentuk kalender. Buletin ini memuat berbagai kegiatan Forestation Kabinet Rubah, serta berita-berita menarik lainnya.

Untuk lebih lengkapnya, buletin Akasia Volume 3 dapat dibuka di link di bawah ini!

https://drive.google.com/open?id=1ab1yyg7W1fGBB5pPBM6paU7EndFttGym

Selamat membaca!

Pesan dari Sudan: “Selamat Tinggal, Dunia”

Pada 19 Maret 2018, dunia dikejutkan dengan kabar matinya Sudan, Badak Putih utara jantan terakhir. Badak ini lahir pada tahun 1973 di Sudan dan kemudian dibawa ke Kebun Binatang Dvůr Králové di Ceko pada 1975. Baru pada tahun 2009, Sudan bersama tiga Badak Putih utara lainnya yaitu Suni, Fatu, dan Najin, dipindahkan ke Ol Pejeta Conservacy di Kenya. Suni, yang juga merupakan pejantan, mati terlebih dahulu pada tahun 2014 karena penyebab alami. Hal inilah yang meninggalkan Sudan sebagai Badak Putih utara jantan terakhir di dunia. Sayangnya, saat ini, dunia harus berpisah dengan Sudan. read more

Buletin Akasia Volume 2

Akasia atau Apa Kabar Konservasi Kita merupakan buletin yang dirilis oleh Forestation Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada. Pada buletin Akasia Volume 2 ini dibahas mengenai ekologi, terutama yang ada di pulau Jawa, seperti adanya degradasi hutan lindung di kawasan Dieng. Selain dibahas mengenai ekologi, terdapat juga pengulasan tentang perjalanan seorang asisten dosen yang kini telah sukses dan menjadi guru besar. Pada buletin ini juga terdapat Teka-Teki Silang (TTS) yang bisa melatih wawasan pembaca mengenai kehutanan dan serunya lagi dari TTS ini ada hadiah menarik untuk tiga orang pemenang! read more